Menilik manfaat Kaulinan Barudak Sunda
Menilik manfaat Kaulinan
Barudak Sunda
Oleh Sastra Atmaja, S.S.
Apakah
kalian masih ingat dengan kaulinan galah, gatrik, egrang, atau maen panggal?
Iya….Apabila kita bernostalgia ke era tahun 2000 ke belakang. Sebelum
teknologi secanggih seperti
sekarang, ragam permainan tradisional anak menjadi
favorit masyarakat. Di Tanah Sunda,
permainan tradisional anak dikenal dengan
istilah kaulinan barudak
Sunda.
Kaulinan yang artinya permainan, berasal dari kata ulin (main).
Sedangkan barudak memiliki arti anak-anak.
Secara tradisi, permainan ini sudah ada sejak zaman
dahulu kala.
Beberapa kaulinan
barudak Sunda memiliki
keunikan yang menjadikannya berbeda dengan jenis-jenis permainan tradisional di daerah lain. Dikutip dari situs jabarprov.go.id, keunikannya adalah
sebagai berikut:
·
Permainan Sunda memiliki nilai yang kolektif,
karena pelaksanaannya selalu melibatkan banyak orang.
·
Selain untuk hiburan, permainan
Sunda berhubungan dengan aspek sosial,
pendidikan, dan kreativitas motorik.
·
Permainnya cenderung memanfaatkan tempat yang luas,
sehingga memiliki nilai ekonomis tinggi.
·
Selain itu, yang paling menarik dari kaulinan Barudak
Sunda adalah penggunaan nyanyian berbahasa
Sunda atau kakawihan di beberapa jenis permainan.
Akibat
kemunculan game online, beberapa permainan tradisional anak di Sunda semakin jarang
dimainkan. Meski ada juga
yang masih eksis,
jumlahnya pun tak seberapa.
Kaulinan barudak adalah berbagai ragam kegiatan permainan tradisional masyarakat Sunda, seperti: Gatrik, Engkle, Galah, Ucing Jidar, Rerebonan, dan lain-lain yang akhir-akhir ini kembali dibangkitkan oleh pemerintah sebagai upaya membendung aneka games online. Permainan tradisional tersebut sangat banyak mafaatnya terutama dapat merangsang motorik anak serta melatih otak kanan dan kiri, yang pada akhirnya dapat mengoptimalkan kecakapan mereka, selain menumbuhkembangkan nilai-nilai pendidikan karakter.
Permainan
ini biasanya dilakukan setelah pulang sekolah, setelah selesai belajar atau mengerjakan pekerjaan sekolah di rumah,
selesai membantu orang tua mereka,
bahkan juga di saat istirahat pada
waktu mereka di sekolah. Apalagi pada
waktu liburan sekolah, anak-anak di Tatar Sunda mempunyai waktu yang panjang
seharian memainkan berbagai
macam kaulinan ini.
Ada
permainan yang bisa dimainkan sendiri sendiri, ada permainan yang dibuat untuk dimainkan
berpasangan, ada juga permainan yang harus dimainkan
lebih dari dua orang.
Selain itu juga, ada permainan yang khusus dimainkan oleh anak-anak perempuan, permainan yang khusus dimainkan
anak laki-laki, dan permainan yang bisa dimainkan
bersama anak perempuan
dan anak laki-laki.
Kaulinan
barudak adalah kegiatan yang sangat positif dan mengandung nilai-nilai luhur. Selain sebagai warisan budaya yang harus
kita pelihara eksistensinya, juga sangat bermanfaat karena dapat menumbuhkembangkan nilai-nilai karakter mulia,
seperti sikap gotong royong, integritas, nasionalisme, dan kemandirian.
Maka dari itu melalui kegiatan Program Penguatan Profil Pelajar
Pancasila (P5) sekarang ini, banyak
sekolah di Jawa Barat mencoba mengangkat kembali kaulinan barudak ini menjadi salah satu bagian tak terpisahkan dari
tema Kearifan Lokal yang diusungnya. Dalam
kegiatan P5 sekarang ini diharapkan
dapat menjadi momentum yang tepat ketika memperkenalkan kembali kaulinan barudak kepada para siswa agar tidak melupakan permainan-permainan
tradisional sebagai warisan luhur
budaya Sunda yang relatif lebih positif bagi perkembangan kecakapan dan kecerdasan siswa. Momentum ini juga dapat
menjadi salah satu upaya memberi warna yang lebih variatif bagi proses pembelajaran, sehingga lebih aktif,
kreatif, dan menyenangkan ditengah semakin marak dan gencarnya serangan games online yang begitu kuat
memengaruhi kehidupan keseharian siswa baik
di rumah maupun di sekolah.
Permainan
anak atau kaulinan barudak sunda dalam kebudayaan tradisional merupakan salah satu bagian dari kearifan lokal
masyarakat Jawa Barat yang di dalamnya terdapat nilai-nilai budaya. Kaulinan barudak tidak hanya
dimainkan oleh anak-anak sunda saja, akan tetapi sudah menjadi salah satu
komoditas hiburan bagi orang dewasa.
Ada beberapa manfaat yang dapat mendorong berbagai aspek pada perkembangan anak dari mulai usia dini hingga usia remaja melalui permainan tradisional atau kaulinan barudak sunda tersebut, diantaranya adalah:
1. Aspek motorik dengan melatih daya tahan tubuh, daya lentur, sensorimotorik, motorik kasar, dan motorik halus.
2. Aspek kognitif yaitu dapat mengembangkan imajinasi, kreativitas, strategi, kemampuan antisipatif, dan juga pemahaman kontekstual.
3. Aspek sosial dengan mengkondisikan anak agar dapat menjalin relasi, bekerja sama dengan temannya, melatih kematangan sosial dengan teman sebaya mereka dan meletakan pondasi untuk melatih keterampilan sosialisasi dengan berlatih peran dengan orang yang lebih dewasa dan masyarakat secara umum.
4. Aspek
nilai dan moral dengan memberikan fasilitas anak untuk dapat menghayati
nilai-nilai moral yang diwariskan oleh generasi terdahulunya kepada generasi selanjutnya
melalui sebuah permainan.
Yang
tak kalah pentingnya adalah fungsi ilmu yang mendidik seorang anak juga orang dewasa untuk menjadi orang yang berjiwa
sportif. Fungsi yang lainnya adalah sebagai media belajar, hal ini penting terutama
bagi anak-anak. Seperti
dalam kaulinan atau permainan pertandingan yang bersifat keterampilan fisik misalnya, berfungsi
untuk mengembangkan kecekatan pada gerakan otot-otot para
pemain itu sendiri. Permainan pertanding yang bersifat siasat berfungsi
untuk mengembangkan daya berpikir.
Dari semua fungsi-fungsi tersebut,
dapat diambil kesimpulan bahwa permainan pertandingan yang bersifat siasat
ataupun keterampilan dalam permainan barudak
sunda ini untuk menyiapkan
anak-anak agar nantinya dapat berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat orang dewasa.
Secara
keseluruhan, di daérah Jawa Barat sendiri kaulinan barudak sunda ini sudah
mulai menghilang dan bahkan tidak
dikenal lagi oleh anak-anak jaman sekarang ini terutama yang tinggal
di perkotaan!
Untuk
itu kita perlu mengenalkan kepada mereka karena fungsi dari permainan ini
sangat besar sekali manfaatnya terhadap
perkembangan diri mereka,
dan tentu saja agar kaulinan
barudak atau permainan
anak tradisional yang sudah ada sejak dulu ini bisa tetap lestari
dan eksis nantinya.




