PERILAKU KERJA PRESTATIF
PERILAKU KERJA PRESTATIF
Oleh: Tita Triana
Wakil Kepala Bidang Hubungan Industri SMKN PP Cianjur
Banyak orang berhasil dan sukses di sekitar kita, bahkan tidak menutup kemungkinan orang yang berhasil itu adalah orang terdekat kita, apakah orang tua, suami atau istri kita, anak-anak kita, sanak saudara atau mungkin teman kerja kita. Atau bahkan mungkin orang berhasil dan sukses itu adalah murid kita. Ketika murid kita berhasil dan sukses tentu saja itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi seorang guru. Lalu bagaiaman dengan diri kita sendiri? Keberhasilan apa saja yang sudah kita capai ????? Apa yang bisa menyebabkan sesorang bisa berhasil?Menurut KBBI berhasil adalah mendatangkan hasil, ada hasilnya. Jadi ketika kita mengupayakan sesuatu dan mendatangkan hasilnya, sesuai dengan apa yang kita inginkan, seperti apa yang seharusnya bisa dikatakan berhasil.
Beberapa pekan ini di setiap akhir upacara bendera di hari Senin, manajemen sekolah mengumumkan keberhasilan-keberhasilan yang di raih oleh beberapa siswa siswi SMKN Pertanian Pembangunan Cianjur dalam berbagai bidang, seperti di bidang ekstrakurikuler, olahraga,literasi ataupun budang laiinnya. Ini pun menjadi momen yang di tunggu oleh siswa setiap selesai upacara, keberhasilan apa lagi yang di raih temen temannya, keberhasilan apa lagi yang di raih oleh sekolah.Ada sebuah kebanggaan tersendiri jika siswa yang di panggil ke depan untuk meraih penghargaan itu adalah teman satu kelas,teman dekat atau teman satu jurusan yang sama.Dan yang paling penting adalah mereka bangga saat di sebut jika sekolah almamater mereka meraih sebuah keberhasilan.Ini juga menjadi pemacu bagi mereka yng belum berkesempatan untuk meraih pencapaian yang mereka harapkan. Termasuk keberhasilan – keberhasilan yang di raih oleh beberapa guru di berbagai bidang. Kepala sekolah memberikan apresiasi terhadap keberhasilan yang di capai oleh Guru dan Siswa. Apresiasi ini juga akan di berikan pada setiap keberhasilan yang di capai dari setiap kegiatan yang dilakukan atau di ikuti oleh sekolah baik guru maupun siswa. Sekolah memberikan apresiasi dengan tujuan anatara lain:
a. Sebagai bentuk penghargaan sekolah atas keberhasilan yang di raih oleh guru maupun siswa
b. Menjadi motivasi untuk meraih keberhasilan/ prestasi yang lebih baik lagi
c. Memacu bagi guru-guru dan siswa yang belum meraih keberhasilan
Apa yang membuat seseorang bisa berhasil ????
Ketika melihat keberhasilan orang lain, mungkin timbul di benak kita kok mereka bisa berhasil??? Kenapa dia bisa meraih nilai ulangan yang bagus, kenapa dia bisa meraih juara, kenapa dia bisa berhasil menjual barang dagangannya dengan mudah, kenapa dia bisa terpilih sebagai yang terbaik???? Kenapa kita tidak bisa??? Yang perlu di ingat adalah keberhasilan orang lain belumtentu berlaku bagi kita.Semua orang punya kemampuan berbeda-beda. Namun kita bisa belajar dari keberhasilan orang lain. Keberhasilan di tentukan oleh faktir internal dan eksternal dirinya. Faktor internal tentu saja sebagai faktor utama yaitu faktor dari diri kita sendiri sebgaai pelaku utama. Sedangkan faktor ekternal adalah faktor dari luar sebagai faktor pendukung, faktor penunjang dalam pencapaian keberhasilan. namun yang paling penting adalah karakter yang positif dari si “pelakunya / manusianya.“,karena sebaik apapun faktor – faktor atau sumber daya yang ada di sekelilingnya tapi pelakunya atau manusianya berkarakter tidak baik maka tidak menutup kemungkinan apa yang di harapkan tidak tercapai. Beberapa ahli berpendapat mengenai faktor internal yang merupakan karakter prositif yang berasal dari dalam diri kita untuk mendukung keberhasilan, di antara nya :
1. Semangat,
2. Dispilin
3. Tanggung Jawab
4. Jujur
5. Komitmen tinggi
6. Mempunyai kemampuan komunikasi yang baik
7. Perilaku kerja prestatif
8. dan masih banyak karakter positif lainnya yang merupakan soft skill seseorang yang sangat berpengaruh besar terhadap keberhasilan dan kesuksesan seseorang.
Perilaku Kerja Prestatif Dari
beberapa karakter positif yang di sebutkan di atas, yang akan penulis soroti adalah karakter perilaku kerja prestatif. Apa itu perilaku kerja prestatif? Prestatif artinya seorang pekerja selalu berambisi ingin maju. Di sini seorang pekerja memiliki komitmen tinggi terhadap pekerjaannya atau tugasnya dan setiap saat pikirannya tidak lepas dari pekerjaannya. Prestatif juga dapat di artikan sebagai sikap yang selalu berambisi ingin maju (Ambition Drive). Mempunyai ambisi sangat penting tapi tidak ambisius. Ambisi adalah selalu berusaha untuk mecapai tujuannya, tapi kalau ambisius menjadi sebuah arti yang negatif karena orang yang ambisius akan menghalalkan semua cara untuk mendapatkan apa yang di inginkan nya termasuk melakukan cara-cara yang tidak baik atau menghalalkan segala cara untuk mendapatkan ambisinya.
Perilaku kerja prestatif adalah upaya dalam menyelesaikan suatu pekerjaan yang dilakukan dengan sepenuh hati demi mencapai hasil terbaik, pemenuhan target, atau untuk mendapatkan penghargaan. Ciri khusus perilaku kerja prestatif adalah ingin selalu maju di segala bidang. Berikut lima perilaku kerja yang sederhana tapi kadang sulit untuk di lakukan , tapi lima perilaku kerja ini menjadi kunci dari perilaku kerja positif sebagai modal memperoleh keberhasilan seseorang.
1. Perilaku kerja Ikhlas
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata ikhlas berarti bersih hati, tulus hati. Dalam hal hubungan sesama manusia, ikhlas adalah memberi pertolongan dengan ketulusan hati. Sementara itu, keikhlasan berarti sebuah kejujuran atau kerelaan.Tulus dan rela menerima semua yang telah Allah gariskan. Tulus dan rela menerima semua hasil yang kita peroleh setelah kita melakukan usaha yang maksimal, bukan satu halmudah, tapi ini jadi rem bagi kita agar kita tidak menjadi orang yang ambisius tadi.
2. Perilaku kerja keras
Kerja keras berarti untuk mendapatkan apa yang kita inginkan kita tidak bisa hanya mengandalkan factor nasib dan keberuntungan saja, tentu semua memerlukan kerja keras, usaha agar apa yang kita inginkan dapat kita peroleh
3. Perilaku Kerja Cerdas
Kita tidak bisa hanya mengandalkan otot saja, tentu saja untuk mendapatkan sesuatu kita harus menggunakan akal dan pikiran kita untuk mencari cara, teknis untuk mempermudah usaha kita dalam mendapatkan sesuatu.
4. Perilaku Kerja Mawas
Mawas artinya tidak mencampur adukan masalah pribadi dengan masalah pekerjaa, tidak terbawa emosi / hati dalam mengerjakan sesuatu, tidak BAPER an. Karena hati, perasaan dan emosi dapat mempengaruhi kinerja kita dalam melaksanakan sesuatu.Alhasil bukannya berhasil malah sebaliknya jadi menghambat kinerja kita, dan keberhasilan pun akan tertunda.
5. Perilaku Kerja Tuntas
Perilaku kerja yang terakhir adalah perilaku kerja tuntas,ini sangat penting karena keberhasilan akan di peroleh jika kita tidak bekerja setengah-setengah, tidak berhenti di tengah-tengah sebelum pekerjaan itu selesai.
Lima perilaku yang tampaknya sederhana, namun sulit untuk di aplikasikan. Kadang kala kita dalam melakukan sesuatu misal dalam bekerja masih ada rasa malas, bosan atau jenuh. Untuk mengatasi nya kita perlu mengumpulkan semangat kembali. Pemicu semangat bisa dari diri kita sendiri atau dari orang lain/luar, seperti cita-cita, orang tua. Selalu fokus pada apa yang dikerjakan tidak mencampuradukkan masalah pribadi dengan pekerjaan. Dan yang paling penting bersungguh-sungguh, tidak menunda-nunda pekerjaan dan mengerjakan segala sesuatu sampai dengan selesai,





