Panduku Bangkit

Panduku Bangkit

Panduku Bangkit

Oleh Siti fety Fatimah

Guru SMKN PP Cianjur

 

Hari pramuka diperingati setiap tanggal 14 Agustus sejak tahun 1961,  peringatan hari pramuka pada tahun 2022 bertepatan dengan hari pramuka nasional yang ke-61 dengan Tema "Mengabdi Tanpa Batas untuk Membangun Ketangguhan Bangsa." Peringatan dilaksanakan Lapangan Utama Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur Jakarta Timur bersamaan dengan upacara pembukaan jambore Nasional Gerakan Pramuka Tahun 2022.

Dilansir dalam https://tirto.id/guJv Istilah Pramuka di Indonesia dicetuskan oleh Sri Sultan Hamengkubuwana IX yang diambil dari kata Poromuko yang berarti pasukan terdepan dalam perang. Namun, kata Pramuka diejawantahkan menjadi Praja Muda Karana yang berarti “Jiwa Muda yang Gemar Berkarya”.

Motto Gerakan Pramuka adalah "Satyaku Kudarmakan Darmaku Kubaktikan". Motto ini wajib dihayati oleh setiap anggota pramuka dalam kehidupan sehari-hari. Manfaat motto Gerakan Pramuka bagi anggotanya adalah menanamkan rasa percaya diri, menambah semangat pengabdian pada masyarakat bangsa dan negara. Serta siap mengamalkan Satya dan Darma Pramuka, menciptakan rasa bangga sebagai Pramuka dan memiliki budaya kerja yang dilandasi pengabdiannya.

Kabupaten Cianjur pun tak ketinggalan untuk mengikutsertakan pasukan terbaik dalam kegiatan Jambore Nasional yang dilepas oleh bapak Bupati Cianjur H. Herman Suherman di Pendopo Kabupaten Cianjur dengan perlengkapan yang sudah disiapkan mereka siap menjalankan tugasnya mewakili kabupaten Cianjur dikancah Nasional dibumi perkemahan Cibubur semoga sukses dan lancer mambewa hasil terbaik.

981EBFEA-AF43-4DA0-9AF1-89418219056C.jpg


pemeberitaan media masa dan sosialpun berseliweran mengenai kegiatan kepramukaan peserta didik di beberapa sekolahpun melaksanakan perkemahan di beberapa titik pada lapangan terbuka untuk memperingati hari pramuka kegiatan ini yang sudah lama dirindukan oleh beberapa peserta didik karena sudah sekian purnama tak bisa dilaksanakan selama pembatasan kegiatan karena covid -19 kini “panduku bangkit” anak bangsa bisa semangat lagi dengan mengikuti rangkaian kegiatan perkemahan yang salah satunya pada malam terakhir perkemahan adalah dengan menyalakan api unggun, api unggun bukan sembarang api yang hanya dinyalakan dalam perkemahan namun Kegiatan
 api unggun memberikan makna dimana dapat mengembangkan aspek-aspek kejiwaan pada peserta didik, sehingga dapat dijadikan sebagai alat Pendidikan Kepramukaan selain itu pula dalam upacara api unggun pun dengan semangat membara dari para peserta mengucapkan janji setia seorang pramuka dalam dasa darma dengan menyalakan obor memberikan makna yang mendalam dari dasa darma pramuka yang berarti Dasa Dharma berarti sepuluh kewajiban, kebajikan dan aturan yang harus tertanam pada anggota pramuka.

611097AA-D6BE-4CD8-AE78-2539EEDA0075.png

Selain itu pula perlu diketahui pula fungsi, manfaat serta cara pelaksanaan dalam api unggun, sejak jaman dahulu dimana fungsi api unggun itu sebagai penghangat badan dan pengusir hewan buas, selain itu juga api unggu sebagai media pertemuan untuk komunikasi dan musyawarah serta dengan penuh kegembiraan karena pada acara tersebut biasanya seluruh perserta harus mempersiapkan untuk menampilkan kreasi serta kreatifitasnya untuk mengisi acara pada api unggun tersebut.

Kegiatan api unggun  dalam Kepramukaan dilaksanakan sebagai acara hiburan dengan suasana yang hati gembira dengan penuh suka cita. Tujuan dilaksanakan kegiatan api unggun adalah untuk mendidik dan menumbuhkan keberanian serta kepercayaan diri anggota Pramuka melalui cara berpentas menunjukkan kreatifitas.

Disini penulis sampaikan pula manfaat dari api unggun adalah:

1. Mempererat persaudaraan

2. Memupuk kerja sama (gotong royong)

3. Menambah rasa keberanian dan kepercayaan diri

4. Membuat suasana gembira dan kebebasan

5. Mengembangkan bakat dan kreatifitas

6. Memupuk disiplin bagi pelaku dan penonton

Nilai-nilai tersebut teraplikasikan dalam kegiatan api unggun, mulai dari persiapan pembuatan api unggun hingga pentas yang ditampilkan setelah upacara api unggun.

Adapun tatacara pelaksanaan api unggun

1. Tempat diselenggarakan api unggun adalah medan terbuka, berupa lapangan yang cukup luas, tanah kering dengan permukaan rata.

2. Apabila api unggun dilaksanakan pada lapangan berumput, maka di tempat yang direncanakan tersebut, rumputnya dipindahkan terlebih dahulu, untuk kemudian ditanam kembali setelah api unggun selesai.

3. Tempat api unggun berbentuk lingkaran besar dengan api terletak di tengah.

4. Setelah kegiatan api unggun selesai, lokasi api unggun harus bersih seperti semula, tidak berbekas.

5. Tidak diperbolehkan untuk merusak lingkungan

6. Untuk memeriakan suasana, dapat ditampilkan atraksi-atraksi pendek dan tegas dengan alat seadanya.

7. Tidak diperkenankan gaduh mengeluarkan yel-yel, jika ada regu yang sedang pentas.

8. Api unggun bukan tempat tontonan, sehingga semua harus ikut bergantian mengisi acara.

Api unggun dapat diikuti oleh pramuka penggalang, penegak dan pandega. Pramuka siaga tidak diperkenankan mengadakan kegiatan Api unggun, karena Cuaca malam hari di alam terbuka sangat rawan bagi kesehatan anak usia siaga, Anak usia siaga belum mampu mengendalikan diri, sehingga sangat menghawatirkan apabila mengikuti Api unggun, Kegiatan pengganti api unggun untuk siaga dapat dilaksanakan pada siang hari dalam bentuk peseta siaga, panggung gembira, gerak, lagu, dan sejenisnya. https://www.amongguru.com/

Ketertarikanku dalam kegiatan api unggun menjadikan hal yang diangkat dalam penulisan artikel ini karena mengingatkan pada masa-masa sekolah dimana dalam setiap kali perkemahan yang saya nantikan dalam rangkaian kegiatan perkemahan adalah api unggun dimana bisa berkenalan dengan ranting lain dan bisa menampilkan tampilan yang sudah disiapkan jauh-jauh hari Latihan dengan kelompok untuk mempersiapkan penampilan dan kita bisa menunjukkan kreatifitas dan melatih kepercayaan diri yang pasti bisa eksis.

Panduku Bangkit, Bangsakuk Tangguh, Mengabti tanpa Batas

Jayalah Pramuka Indonesia "Satyaku Kudarmakan Darmaku Kubaktikan”

Selamat Hari Pramuka Ke-61

Share this Post:

Leave a Comment