DEPEPE SEKOLAHKU PASKIBRA PANUTANKU
DE'PEPE SEKOLAHKU PASKIBRA PANUTANKU
Penulis : Anissha Rohimah
Kelas : XI ATPH A
Mungkin sebagian banyak orang yang belum bisa mengetahui dan menghargai seberapa pentingnya waktu, bahkan kadang lupa dengan dirinya sendiri yang akan lupa dalam waktu berisitirahat karena terlalu sibuk dengan aktivitasnya, sehingga dalam waktu ibadah, waktu istirahat atau waktu kerja banyak orang yang belum bisa memanage waktunya, padahal menurut saya waktu itu sangat berharga, bahkan selalu ada pepatah mengatakan "waktu itu adalah uang". Dulu saya menganggap sepele terhadap waktu, namun setelah saya dewasa, ternyata betul waktu itu sangat berharga bahkan satu detik saja terbuang maka akan sia-sia, hikmah ini saya temukan dari perjalanan hidup saya saat masuk ekstrakulikuler PASKIBRA.
Dulu saat masuk sekolah de'pepe ini saya belum betul-betul mengetahui lingkungannya, bahkan orang-orangnyapun sebagian saya belum mengetahui karena situasi corona yang melanda. Namun pada saat situasi normal dan belajar dengan baik, sehingga saya bisa mengetahui betul dengan sekolah ini, waktu itu saya belum tahu apa-apa tentang sekolah ini, belum tahu juga tentang aturannya bahkan eskul-eskulnya juga. Ketika waktu upacara, saya melihat beberapa orang pembaris yang sedang berjalan dengan gagah membawa bendera merah putih yang dipegang oleh seorang pembaki. Mungkin, itu pertama yang membuat saya tertarik mengikuti paskibra, yang kedua tidak hanya pakaian dan cara berjalan mereka saja yang membuat daya tarik namun dari sikap sempurna sampai ke PBBAB gerakan mereka benar-benar terlihat sempurna, bahkan gebrakannyapun membuat merinding para siswa.
Tidak hanya itu, anak paskibra selalu ada ciri khasnya sendiri makanya anak paskibra itu berbeda dengan siswa lainnya. Ciri khasnya mereka yaitu, pertama memakai pin garuda di dasinya, kedua dilambangkan dengan pin LA, yang ketiga jika siswa paskibra mengikuti kegiatan diklatsar atau (pendidikan latihan dasar), maka siswa tersebut pula berbeda karena memakai pin PKC (paskibra kabupaten Cianjur), sekaligus anggota PKC, karena mereka dikukuhkan tidak sembarangan dan memerlukan perjuangan yang sangat luar biasa untuk menjadi anggota PKC. Dan masih banyak tingkatan lainnya seperti paskibraka yaitu paskibra kabupaten Cianjur yang mengibarkan di lapangan taman perwatasari, ada juga PPI Paskibra Purna Indonesia nasional yang mengibarkan di istana presiden, namun syaratnya harus tinggi karena dilakukan penyeleksian.
Karena saya ingin lebih mengetahui lagi tentang Paskibra di SMKN PP CIANJUR, maka saya ikut ekstrakulikuler. Awalnya sih saya ragu untuk masuk, namun setelah saya jalani ternyata di dalam paskibra bukan hanya baris berbaris saja, di sana saya bisa mendapatkan keluarga, beserta silaturahmi yang tinggi bersama senko (senior kolot) senior tahun yang sudah berlalu begitupun pembina saya termasuk senior paskibra. Senko tersebut bercerita tentang pengalamannya saat mereka menjadi Capas sampai menjadi senior. Di dalam cerita tersebut banyak suka duka yang mereka hadapi, seru pokoknya sampai saya semangat untuk menghadapi ekstrakulikulernya karena saya ingin menjadi seperti mereka yang sukses di Paskibra, itu yang pertama. Yang kedua ternyata tugas paskibra tidak hanya mengibarkan saat hari Senin saja, tetapi setiap hari harus selalu dikibarkan kecuali hari Jum'at, saat bertemupun harus memakai protap, yaitu contohnya junior bertemu senior "teh ijin menyesuaikan" kata Capas/junior "silahkan" kata senior hormat lalu bersalaman. Ketika makan harus memakai protap, ketika berjalan harus memakai protap, sampai pakaian dan tali sepatu pula harus memakai protap.
Di dalam paskibrapun banyak sekali pakaian-pakaiannya diantaranya : PSAS (pakaian sekolah asal satuan) digunakan ketika saat materi, PDU (pakaian dinas umum) digunakan saat mengibarkan bendera, PDH (Pakaian dinas harian) digunakan saat sehari-hari, PDO (pakaian dinas olahraga) digunakan saat senam atau berolahraga, PDL hitam/putih (pakaian dinas lapangan) digunakan saat latihan PBB maupun latihan pengibaran, PDB (pakaian dinas batik) digunakan saat mau beribadah, PDK (pakaian dinas kotak) digunakan ketika mau makan, sangat beragam sekalikan pakaiannya? Jadi PASKIBRA bukan ekstrakulikuler yang biasa, masukpun harus dengan niat dan tanggung jawab, keluarpun tidak mudah karena masuknya pula tidak mudah harus melalui proses dari Capas menjadi junior itu tidak mudah harus dengan cara bertahap selama satu tahun dan harus mengikuti kegiatan-kegiatannya, karena jika tidak mengikuti kegiatannya maka dianggap tidak sah untuk menjadi senior, karena kami dikukuhkan dengan baik oleh kepala sekolah yaitu Bapak Undang Iman Santosa, S.T.P., M.M.Pd dengan dibawah pembina paskibra saya di SMKN PP CIANJUR yaitu Ibu Siti fety Fatimah.
Tahapan nya sebagai berikut:
1. Capas harus mengikuti kegiatan pemitaan setiap pita dari jurusan berbeda-beda, disertai dengan pita merah putih melalui perjuangan yang tidak mudah, pita tersebut tidak boleh hilang sampai PSKCD.
2. Pemilihan palu (pak lurah) bulu (ibu lurah) kegiatannya sama seperti pemitaan, namun dengan konsep yang berbeda setelah pemilihan palu bulu, maka semua anggota Capas berjanji akan menghargai dan memperlakukan mereka layaknya seperti orang tua sendiri karena itu adalah tugasnya.
3. PSKCD (penerimaan siswa kawah cakra dimuka) dimana Capas dikukuhkan menjadi junior melalui pita di ganti dengan pin garuda dan LA, beserta sertifikat dengan syarat harus mengikuti instruksi kegiatannya dan perjuangannya betul-betul tidak mudah, harus dengan fisik yang kuat serta mental yang hebat, karena Capas dibentak-bentak dan harus mengikuti dengan intruksinya. Namun rasa kekeluargaan dengan seangkatan itu bener-benar luar biasa karena suka dan dukanya itu kerasa
4. TOT (Training Of Trainer), yaitu dimana kegiatan tersebut adalah serah terima jabatan senior terhadap junior karena semua anggota paskibra wajib mempunyai divisinya masing- masing, serta sekaligus pemilihan ketua di paskibra. Kegiatannya yaitu, junior diberi kesempatan memilih divisi keinganannya, namun harus melalui penyeleksian karena ada yang terpilih ada juga yang tidak terpilih apa yang diinginkan oleh divisinya masing-masing. Divisinya antara lain: diviasi urjas (urusan jasmani), divisi urlat (urusan latihan), urdik
(urusan pendidikan) dan komdis (komandan disiplin) beserta ketua, wakil ketua, sekretaris, dan bendahara.
5. Diklatsar (pendidikan dan latihan dasar) sekabupaten Cianjur, dimana kegiatan tersebut adalah pengukuhan bahwa anggota resmi menjadi anggota paskibra Kabupaten Cianjur, bukan anggota paskibra di sekolah saja. Disana saya bertemu anggota paskibra dari sekolah sekabupaten Cianjur, sangat seru bahkan menambah teman banyak sekali serta perjuangan bersama dari awal kegiatan sampai akhir kegiatan. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, dari senin sampai minggu di SMKN 1 KARANG TENGAH. Waktu angkatan saya, tapi saat sebelumnya di sekolah yang berbeda. Disana dari setiap satuan di pecahkan dan menjadi satu kelompok dengan satuan sekolah lainnya, agar menjalin silaturahmi yang kuat dengan sesama anggota paskibra kabupaten Cianjur. Sangat seru sekali, sayangnya dari satuan saya yang mengikuti hanya 7 orang saja tidak semuanya, tetapi saya sangat bersyukur dan berterima kasih karena melalaui bantuan Pembina, alumni dan sekolah saya sudah membantu membiayai saya beserta ke 6 teman saya untuk masuk menjadi anggota PKC.
Setelah itu saya bersama teman seangkatan yang menjadi anggota paskibra lainnya, setiap hari senin selalu bertugas mengibarkan bendera merah putih saat upacara, karena itu sudah menjadi tugas dan tanggung jawab sebagai anggota paskibra di sekolah SMKN PP CIANJUR. Datang harus on time pulang harus bersama-sama. Saat latihan, kami harus disiplin harus bisa menghargai waktu dan juga senior yang sudah melatih kita jika kita melanggar, maka akan ada konsekuensinya, jadi harus benar-benar disiplin dan tepat waktu. Awalnya saya juga suka telat datang dan jarang disipilin mental lemah fisik lemah, tetapi saat saya masuk paskibra ternyata saya terlatih dengan baik fisik dan mental saya benar-benar terlatih, serta saya juga mempunyai palu bulu beserta keluarga lainnya. Namun setelah saya sadari, ternyata betul bahwa waktu itu sangat berharga hingga saya sudah terbiasa, ketika disekolah maupun dimana saja itu harus on time atau menghargai waktu dan itu berlaku sepanjang hayat.
muungkin itu saja pengalaman saya menjadi anggota paskibra di SMKN PP CIANJUR, sekian dari saya mohon maaf bila ada kesalahan atau kekurangan
SALAM LITERASI
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi





