LAPORAN HASIL OBSERVASI DAMIRI KOI FARM
LAPORAN HASIL OBSERVASI
DAMIRI KOI FARM
Oleh : Mardiana XII APAT
A.SEJARAH
Sejarah awal berdirinya DAMIRI KOI FARM berawal dari hobi pemilik yang gemar mengoleksi ikan hias, terutama ikan koi. Pemilik mulai tertarik mengoleksi ikan koi semenjak 33 tahun yang lalu, pemilik memiliki ikan koi pertama kali dari Hanis farm di Cipanas sebanyak 2 ekor. Melihat semakin banyaknya pecinta koi di indonesia dan karena masih terbatasnya penjual ikan koi , pemilik memutuskan untuk merintis bisnis ikan koi.
Pada tahun 1994, pemilik mendirikan DAMIRI KOI FARM yang merupakan perternakan ikan koi yang berlokasi di jalan Raya Sadamaya, Ppeuteuycondong, kec. Cibeber, kab. Cianjur, Jawa barat. Pada awalnya peternakan ikan koi hanya sekitar 1000 meter persegi. Semakin banyaknya pelanggan yang tertarik terhadap produk DAMIRI KOI FARM, pada tahun 2017 pemilik memperluas area peternakan menjadi 2 hektar lebih.
B.KOMODITAS
Untuk menjaga kualitas ikan koi, pembibitan koi diambil lagsung dari indukan varietas berkualitas yang langsung ikan koi impor dari jepang. Dimana jepang merupakan negara yang dikenal sebagai kiblatnya ikan koi dunia. Karena setiap tahun semakin banyaknya pecinta koi yang tertarik terhadap produk DAMIRI KOI FARM, pada tahun 2017 pemilik merencakan bisnis koi secara serius yang akan dimulai pada tahun 2018.
Komoditas yang dikembangkan DAMIRI KOI FARM antara lain :
1. Sakai zipangu
2. Sakai kohaku
3. Sakai beuty IV
4. Sakai tsukituke
5. Sakai phoine
6. Sinoda hi utsuri
7. Showa daininchi
8. Sakai kohaku
9. Asagi otsuka
10. Konishi shusui
11. Kaneko kohaku
12. Goshiki
13. Tamasaba
14. Ashagi
15. Ginrin
16. Shiro utsuri
C.KONTRUKSI KOLAM
Untuk kontruksi kolam pengembangbiakan ikan koi yaitu 4x6 m atau 3x4 m. Dan kolam pendederan sekaligus pembesaran ukrannya seluas luasnya apabila lahannya memang juga luas. Untuk sumber airnya sendiri yaitu dari air artesis atau air yang berasal dari sumur bor.
Untuk pemijahannya sendiri yaitu dengan cara alami, Jumlah terlur yang keluar dari sepasangan induk yaitu sekitar 15.000, kemungkinan yang akan menetas paling sedikit 50% ataupun bisa lebih dari itu.
D.SISTEM PEMANENAN
Sistam pemanenan yang dilakukan yaitu dengan cara parsial atau pemanenan secara berkala. Serta sortir, sortasi maupun grading dilakukang selama 2 minggu sekali, 1 bulan sekali maupun 2 bulan sekali sesuai kebutuhan.





