MENJADI ANAK PEREMPUAN PERTAMA
MENJADI
ANAK PEREMPUAN PERTAMA
Oleh
Rini Yulianti
(
kelas XII ATPH A SMK PUSAT UNGGULAN – SMKN PP CIANJUR )
Saya
sendiri adalah anak perempuan pertama . Suatu hari saya dan kawan-kawan saya
sadar kalau kami adalah anak perempuan pertama. Kami pun akhirnya saling
bertukar cerita bagaimana menjadi anak perempuan pertama, dari situ saya sadar, mungkin di luar saya ada
banyak anak perempuan pertama yang punya cerita sama seperti kita,atau mungkin
ada yang berbeda? saya hanya ingin berbagi cerita tentang menjadi anak
perempuan pertama.
Saya
ketika melihat adik, yang saya rasakan gembira "Hore aku punya adik dan
punya teman tidur di rumah", tapi saya rasa kita tidak pernah berpikir
bahwa hari -hari selanjutnya, pengalaman
menjadi seorang anak tidak akan pernah sama lagi.
Bermula
kita harus mengalah sekali dua kali dengan memberikan yang dia mau dari apa
yang saya punya, di situ saya mulai harus membantu ketika adik saya sedang
kesulitan, hingga akhirnya kita harus menjadi panutan untuk adik. Tidak ada
salah dari hal tersebut, rasa sayang terhadap adik membuat apa yang awalnya
dilakukan karena dibiasakan jadi kebiasaan.
Hanya
saja terkadang lelah juga menjadi seperti ini. ada kalanya ingin di perhatikan
lebih sama kedua orang tua, anak perempuan pertama juga tidak harus terus
mengalah kan? dia juga punya pribadi sendiri yang harus dia lakukan sendiri dan
tidak tergantungan dari orang lain,dia juga perlu waktu banyak untuk belajar
dan istirahat.
Anak
perempuan pertama seringkali menjadi anak yang pertama mengalah,pertama
membantu dan pertama di contoh. Anak perempuan pertama biasanya sejak dini
harus sudah membantu mamah dalam pekerjaan rumah seperti bersih-bersih dan
lainnya yang layak di bantu untuk anak seumuran saya, tapi kadang ada juga
perasaan adik saya juga perlu dong untuk bisa? karena tidak selamanya dia terus
menerus tergantung kepada orang lain, dan tidak selamanya dia akan terus
tinggal dengan saya.
Menjadi
anak perempuan pertama memang membuat kita menjadi yang pertama diandalkan dalam berbagai hal, yang sering dilupakan
adalah ini juga pertama kita menjadi kehidupan. Banyak hal yang saya ketahui
dan pelajari dengan sendirinya, tapi pada akhirnya kita ingin jadi mandiri dan
tangguh sendiri,saya ingin adik saya tumbuh seperti saya.
Kira
- kira seperti ini cerita tentang anak perempuan pertama. mungkin memang
terdengar berat, mungkin memang terdengar seperti keluhan. Yang pasti saya
percaya itu kita semua pejuang di keluarga masing-masing.




